Halo sobat sisi… Jangan lupa share dan tinggalkan komentarnya ya… Masih bersama kak Miswanto dalam puisi sisi. Sebelum membaca, baca juga LUKA YANG TELAH KERING

Yuk kita baca dan resapi puisi terbarunya kak Miswanto yang berjudul “Hujan Hati

Hujan Hati

Oleh : Miswanto

Segar rasanya, bau tanah basah dari kejauhan

Hidup seperti menari di bawah rintik hujan

Di sini masih kering, hanya angan

Angin tak membawa buih-buih hujan di awan

Dipeluk erat harapan yang hilang setengah badan

Rasa hanya rasa, tanpa nyata dirasa

Harapan hanya harapan, tanpa kenyataan

Hujan yg ditunggu, hanya tercium baunya

Bau basah tanahnya tercium, terbayangkan rintiknya

Kau, harapanmu, janjimu, begitu indah

Fatamorgana ilusi menipu mataku

Aku seperti menelan sebuah kenyataan

Peluit petir menyadarkan, “apalah aku”

Tiba-tiba berlalu seperti ada-mu

Tarianku akan hujan membanjiri hati

Tenggelam oleh hujan dihatiku

Hujan harapan yang tak kunjung reda

Hujan janji yang tak pernah ditepati

Hujan di sana, banjir disini

Aku hanya merapal sumpahku

“Jika tak hujan disini, aku akan pergi”

Tiba-tiba sepi, angin membawa awan hitam

Menjauh dari rumah tempatku bermuram hati

Ternyata, engkau yang pergi, aku yang tersakiti

 

Demikian sobat sisi…tunggu terus karya yang lainnya ya… Kalau kamu punya puisi dan ingin di post di web ini bisi kirim ke email : redaksi.sisi@gmail.com atau redaksi@sisimedia.net

Jangan lupa baca puisi kak Miswanto yang lainnya ya… Baca juga Erosi Hati

Atau kamu bisa baca di https://sisimediaa.wordpress.com

Profil Penulis

Miswanto, lahir di Wonogiri, 05 Oktober 1990, menghabiskan masa remajanya di Pondok Pesantren Sunan gunung jati Kismantoro, dan lulus S-1 di STIE Tribuana Bekasi.

Saat ini aktif dalam literasi, beberapa bukunya yang berjudul “Kembali ke titik bismilah, dan Apa yang harus aku katakan kepada-Nya?”

Dapat di hubungi di WA 085795087246

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *