Halo sobat sisi, jangan lupa share dan tinggalkan komentar ya…

Mari kita hadiahkan surat Al Fatihah kepada pengarang kitab Al-Hikam, Syekh Ibnu Athaillah Assakandari dan penerjemah kitab beliau KH. Ahmad Wafi Maimoen Zubair Lc, M.S.I.    Al Fatihah…..

Bismillahirrahmanirrahim

Baca JugaYuk, Ngaji Al-Hikam (1)

Yuk, Ngaji Al-Hikam (2)

Hikmah 16

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang menampakkan sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang tampak dengan sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang tampak dalam segala sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang menampakkan diri pada sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang tampak sebelum wujudnya sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang lebih tampak dibanding segala sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dialah yang Maha Esa yang tidak ada di samping-Nya sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal Dia itu lebih dekat kepadamu dibanding segala sesuatu”

“Bagaimana mungkin dapat dibayangkan ada sesuatu yang menjadi hijab atas-Nya padahal kalau tidak ada-Nya maka tidak akan ada wujudnya segala sesuatu”

“Alangkah mengherankannya bagaimana mungkin sifat wujud itu tampak pada makhluk yang tidak ada dan bagaimana mungkin sesuatu yang baru itu dapat bersama Allah SWT yang mempunyai sifat Qidam (tidak berpemulaan)”

Hikmah 17

“Tidak meninggalkan kebodohan sama sekali (sangat bodoh) orang yang menghendaki untuk membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak Allah SWT (macam-macam amal)”

Hikmah 18

“Menundamu beramal shaleh guna menanti kelonggaran waktu itu timbul dari jahatnya nafsu”

Hikmah 19

Jangan engkau meminta kepada Allah SWT supaya Dia mengeluarkanmu dari suatu keadaan agar Dia menggunakanmu pada keadaan yang lain karena kalau Dia menghendaki untuk menempatkanmu pada keadaan yang lain maka Dia bisa menempatkanmu padanya dengan tanpa mengeluarkanmu dari keadaan yang dulu”

Bersambung… Yuk Ngaji Al-Hikam (4)

Baca JugaSaat Gus Miek Bertemu Pengemis

Dinukil dari kitab Al-Hikam diterjemahkan oleh KH. Ahmad Wafi Maimoen Zubair,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *