Halo sobat sisi, jangan lupa share dan tinggalkan komentar ya…

Oleh: Miswanto

Baca Juga Puisi :Layangan Cinta

Debu cinta menerpa mukaku

Kulihat hati-hati yang terluka menuju…

Hamparan rumput menguning mulai layu

Karena teriknya matahari cintamu kian ambigu

Dulu, sinarmu penuh cinta, kini mulai redup

Cahaya pedulimu tak lagi perhatian

Aku merasa bahwa matahariku telah berubah

Menjadi sosok yang penuh amarah

Di jalan cinta aku berdiri sendiri

Kata-kataku telah mati

Rasa-rasaku larut antara sabar dan emosi

Ragaku mematung, membeku sepi

Angin datang menghibur hati

Bernyanyi dan menari berharap diakui

Namun, hati dan ragaku masih kaku

Gumpalan beku tak kunjung mencair

Cahayamu, mana cahayamu?

Aku butuh cahaya agar hatiku tak lagi beku

Kembalilah seperti dulu

Aku masih menunggu

Baca Juga Puisi :Erosi Hati

Biografi singkat : Miswanto, Lahir di Wonogiri tanggal 05 Oktober 1990. Pegiat literasi dan penulis buku, diantara buku-bukunya berjudul “Kembali ke titik Bismillah“, “Apa yang harus aku katakan Kepada-Nya?” dan “Sajak para santri“.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *