Kata “Mahabbah” berarti benih dari kata “habbah”. Kata Mahabbah sering diartikan dengan kata cinta kepada Allah SWT. Cinta sendiri seperti benih yang terpendam di dalam tanah, apabila sering terguyur oleh air hujan dan cukupnya sinar matahari yang menerangi, maka benih akan tumbuh subur, merekah, berbunga kemudian berbuah.

Cinta sejati sering kali digambarkan dengan kisah Romeo dan juliet, atau kisah Laila Majnun yang mengisahkan sepasang kekasih sehidup semati. Namun cinta sendiri lebih dari itu. Cinta sejati adalah cinta kepada Tuhan yang Abadi sang Pemilik cinta itu sendiri. Bahkan kesenangan seorang hamba manakala Tuhannya jatuh cinta dengan dirinya.

Untuk meraih mahabba/cinta kepada Allah SWT maka ada 3 tahaban yang harus dilakukan oleh seorang hamba.

  1. Takholli yaitu seorang hamba harus membersihkan hati dari pikiran dan perasaan buruk yang ada di dalam diri sendiri. Membuang sifat iri, dengki, pendendam, kikir, sombong dan benih-benih sifat kesyirikan serta penyakit hati lainnya.
  2. Tahalli yaitu setelah keburukan di dalam diri hilang, maka tugas seorang hamba adalah membangun dan menghias dirinya dengan kebaikan-kebaikan, baik perilaku maupun perkataan. Hatinya harus terisi dengan kasih sayang, begitu juga dengan akhaknya.
  3. Tajalli yaitu segala sesuatu menjadi dekat dengan Allah SWT, seolah-olah Allah selalu mengawasi dan dirinya selalu merasa melihat Allah. Sehingga bayangan sesuatu adalah milik Allah. Maka kedekatannya dengan sang pencipta layaknya cinta milik berdua. Milik dia dan milik Tuhannya.

Demikian, 3 tahapan menuju mahabbah Allah SWT, semoga kita selalu dicintai oleh-Nya. Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *